Selasa, 17 Mei 2011

MAHASISWA = SASARAN NII !!

Belakangan ini saya sering melihat berita di televisi mengenai Negara Islam Indonesia ( NII ). Apa itu Negara Islam Indonesia ? Menurut salah satu artikel yang saya baca, NII merupakan gerakan politik yang ingin menjadikan negara Indonesia menjadi sebuah negara terokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara.
Ternyata NII sudah terbentuk lama dan dianggap sebagai organisasi ilegal oleh Pemerintah Indonesia. Dulu NII dikenal dengan nama Darul Islam ( DI ) yang diproklamasikan oleh Kartosoewirjo pada 7 Agustus 1949, kemudian pada tahun 1962 ia ditangkap TNI dan dieksekusi. Organisasi ini diam-diam masih tetap eksis dan akhir-akhir ini banyak diperbincangkan karena banyaknya korban dari NII.
NII biasanya merekrut korbannya dengan mencuci otak kemudian memberikan doktrin-doktrin untuk tidak percaya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), pelan-pelan mereka dibawa untuk mempercayai NII. Sampai saat ini, korban kebanyakan adalah seorang mahasiswa. Menurut salah satu mantan korban NII, umumnya mahasiswa yang berhasil dibawa masuk jaringan NII mereka akan didoktrin untuk menghalalkan segala cara untuk mewujudkan Negara Islam Indonesia.
Dan dari berita yang ada di salah satu stasiun Televisi, saat ini hampir semua Universitas tidak luput dari jaringan NII. Mahasiswa yang telah direkrut menjadi anggota NII akan mencoba mempengaruhi temannya yang lain, dengan cara mengajak korbannya ke suatu tempat. Ditempat itulah nantinya korban akan memanggil perekrut dari NII dan mulai memberikan doktrin-doktrin tentang NII. Umumnya sebelum korban merekrut temannya, mereka terlebih dahulu mencari tahu latar belakang temannya tersebut.
Beberapa hari yang lalu, ketika melihat acara di televisi yang membahas tentang jaringan NII, ada seorang ibu yang menceritakan bagaimana anaknya menjadi korban NII dan akhirnya pergi meninggalkan rumah sampai saat ini. Sebelum meninggalkan rumah, ibu itu mengatakan bahwa tingkah laku anaknya berubah dan bahkan pernah meminta uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Uang itu ternyata untuk diberikan kepada NII.
Setelah dicuci otak, para korban NII akan lupa dengan keluarganya dan butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan atau membuat korban ingat lagi dengan kehidupan ia yang sebelumnya.
Sampai saat ini saya masih bingung, kenapa mahasiswa yang menjadi sasaran para anggota NII ? Apakah kami sangat mudah untuk dipengaruhi ? Dan seharusnya apa yang harus dilakukan untuk menghindari pencucian otak yang dilakukan oleh para perekrut NII ?

Sumber : nasional.vivanews.com/

Makanan Sehat Kulit ..

Untuk dapat melakukan kegiatan kita sehari-hari, pasti kita membutuhkan banyak tenaga. Oleh karena itu kita harus bisa menjaga asupan makanan kita sehari-hari agar kita dapat terus bertenaga ketika beraktivitas. Karena apapun yang kita makan, itulah yang akan dicerna dan diproses oleh seluruh tubuh kita. Terlebih lagi kita sebagai perempuan, selain agar tetap terus bersemangat kita juga pasti ingin selalu terlihat cantik dan menarik.
Kecantikan bukan hanya dapat dijaga dari luar, seperti dengan memakai banyak produk-produk kecantikan. Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang baik untuk kulit dan tubuh kita, kita dapat menjaga kecantikan kita dari dalam.
Cukup banyak makanan sehat yang dapat kita konsumsi dan beberapa makanan sehat ini juga mudah ditemukan disekitar kita. Makanan-makanan sehat itu seperti :
a. Ikan Salmon.
Pasti kita pernah mengkonsumsi ikan ini, harganya juga tidak begitu mahal. Ikan Salmon mengandung asam lemak essential omega-3, kaya akan protein dan penuh dengan vitamin B-12 serta zat besi. Dengan mengkonsumsi ikan salmon, dapat mencegah kulit kepala kering dan rambut kusam.
b. Sayuran berdaun hijau pekat.
Sayuran atau tumbuhan yang berdaun hijau pekat menyediakan banyak zat besi dan kalsium yang diperlukan oleh tubuh kita. Kulit kita membutuhkan sebum, sebum merupakan zat minyak pada kulit yang berguna sebagai kondisioner alami yang diproduksi oleh tubuh. Sebum dapat diproduksi oleh tubuh kita, jika kita banyak mengkonsumsi bayam dan brokoli.
c. Kacang-kacangan.
Semua jenis Kacang-kacangan mengandung banyak zat besi, zinc dan biotin serta protein yang baik untuk pertumbuhan rambut. Biotin dapat mencegah pertumbuhan rambut yang rapuh.
d. Telur.
Hampir setiap hari mungkin kita dapat menkonsumsi telur. Selain ikan salmon dan kacang-kacangan, biotin dan vitamin B-12 juga terkandung dalam telur. Telur juga mengandung protein yang sangat baik untuk tubuh kita.
e. Susu rendah lemak.
Untuk tambahan kalsium dan mineral, tubuh kita membutuhkan susu low fat dan yoghurt ini baik untuk pertumbuhan rambut kita. Selain itu susu juga mengandung protein yang berkualitas tinggi.
f. Wortel.
Untuk mata dan kulit kita, wortel sangat baik dikonsumsi karena mengandung banyak vitamin A.
g. Gandum.
Mungkin kita masih jarang mengkonsumsi gandum, tapi antioksidan yang tinggi dalam gandum bermanfaat untuk menghancurkan bahan kimia dan mencegah kerusakan kolagen. Kolagen dapat membantu untuk menjaga kulit agar tetap elastis dan halus.
h. Jamur.
Jamur dapat membantu kita untuk memelihara dan meregenerasi kulit, misalnya menghilangkan bekas noda hitam yang ada pada kulit karena jamur mengandung vitamin B2. Vitamin ini juga penting untuk perbaikan dan memperbaharui jaringan kulit yang rusak.
i. Alpukat dan Apel.
Selain sayur-sayuran, kita juga harus mengkonsumsi banyak buah. Seperti alpukat, buah ini mengandung banyak minyak lemak dan vitamin B kompleks. Dengan begitu alpukat dapat memberikan nutrisi untuk kulit dan dapat memudarkan warna kulit yang tidak merata ataupun iritasi kulit. Sedangkan apel mengandung enzim yang dapat mengurangi lemak dalam tubuh dan mempercepat pergantian kulit mati, sehingga dapat membuat kulit halus dan lembut.
j. Almond.
Almond salah satu jenis kacang. Almond mengandung vitamin B, C, E dan zat besi dan seng yang dapat melembabkan kulit dan menghilangkan noda hitam bekas jerawat.

Sumber : majalah GADIS edisi 8-17 Maret 2011 ( www.GADIS.co.id )

Aku, Sekarang dan Kemarin ..

“ Aulinia .. Alwina “ panggil salah satu dosen.
” Alwinia, Bu . ” seru salah satu temanku yang gemas mendengar dosenku yang sulit memanggil namaku.
Terkadang aku juga heran kenapa banyak orang yang sulit memanggil namaku. Menurut akte kelahiran, namaku Alwinia Eka Haryanti. Kata ibu nama Alwinia diberikan kepadaku untuk menghargai salah satu dokter yang telah membantu kelahiranku, namanya dokter Alwin. Ibuku senang sekali dengan nama Nia, jadi ia menambahkannya pada namaku dan sekarang manjadi nama panggilanku. Eka berarti anak pertama dalam bahasa Jawa, sedangkan Haryanti adalah nama belakang dari ayahku Haryanto, karena aku perempuan namanya sedikit dirubah menjadi Haryanti.
Aku lahir dengan normal pada hari Senin tepatnya pada tanggal 07 Oktober 1991 di sebuah Rumah Sakit di Jakarta, dengan berat 3,7 kg dan panjang 5,1 cm serta lesung pipit yang terdapat di pipi kiriku. Aku bersyukur karena lesung pipit itu yang membuatku tampak lebih manis sekarang. Banyak yang bilang aku lebih mirip dengan ayahku.
Ibuku, sampai saat ini masih bekerja sebagai pegawai negeri di sebuah Rumah Sakit di Jakarta. Sayangnya ia bukan seorang suster yang seksi seperti kebanyakan di film-film televisi. Ia bekerja pada bagian Laboratorium yang terdapat di Rumah Sakit tersebut. Ibuku sering mengajakku ke tempat ia bekerja sewaktu aku kecil. Banyak alat-alat aneh yang digunakan ibuku ketika bekerja. Yang aku tahu hanya mikroskop. Ia mnggunakannya untuk melihat bakteri yang ada di dalam urin seseorang. Jika ada bentuk bakteri yang aneh ia pasti akan memanggilku untuk melihat bakteri itu dengan alat mikroskopnya.
Sedangkan ayahku, sekarang bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Adikku, tahun ini baru akan lulus dari Sekolah Menengah Pertama ( SMP ). Usia aku dan adikku memang terlampau cukup jauh. Tidak jarang kami bertengkar dan membuat ibu marah.
Banyak orang yang mengatakan aku lebih pantas menjadi adik, karena badanku yang lebih kecil daripada adikku. Ia juga memiliki sifat yang lebih dewasa dan mandiri, berbeda denganku yang kadang masih seperti anak kecil dan manja.
Tahun ini usiaku menginjak 20 tahun, aku sudah menjadi seorang mahasiswi semester empat jurusan akuntansi di Universitas Gunadarma. Setiap pagi aku pergi ke kampus dengan ayahku, karena jarak rumah dengan kampusku cukup jauh. Sebenarnya aku bisa saja naik angkutan umum atau kereta api. Tetapi untuk sampai ke kampusku dengan angkutan umum akan memakan banyak waktu. Jika harus naik kereta api aku harus kuat untuk berdesak-desakkan di dalam kereta. Apalagi setelah mengalami kejadian yang menurutku cukup memalukan tahun lalu, aku menjadi lebih segan untuk naik kereta api.
Aku masih ingat ketika orang-orang yang berada di atas gerbong kereta menertawakanku. Pagi itu kereta memang sangat penuh, aku dan dua temanku terpaksa naik kereta itu karena kereta selanjutnya mengalami keterlambatan. Desakkan orang-orang dibelakang kami membuat kami terus terdorong hingga jauh dari pintu keluar. Ketika akan sampai di stasiun tempat kami biasa turun, kami belum juga bisa mendekati pintu kereta. Aku mulai panik, dua temanku terus berusaha mendorongku dari belakang agar bisa keluar dari kereta.
Kami bertambah panik ketika kereta mulai berjalan pelan dan berhenti di stasiun. Kedua temanku semakin kencang mendorongku, hingga akhirnya aku terjatuh di depan pintu keluar kereta. Aku malu sekali ketika mendengar orang-orang di atas gerbong kereta menertawakanku. Tidak terkecuali dua temanku tadi. Tanpa pikir panjang lagi aku segera meninggalkan tempat itu dan dengan cepat berjalan menuju kampusku sambil menahan malu.
Setelah kejadian itu aku lebih memilih untuk berangkat ke kampus dengan ayahku, walaupun aku harus bangun lebih awal. Tapi itu lebih baik dibandingkan harus berdesakkan di dalam kereta.
Tidak terasa tahun ini aku sudah sampai di semester empat dan menjadi bagian dari kelas 2EB01, kelas unggulan menurut para dosen. Bukan hanya menurut para dosen, tetapi juga teman-temanku di kelas lain dan kakak-kakak asisten Lab yang mengajarkan kami praktikum. Kadang aku merasa kesal jika ada yang membanggakan kelas kami, padahal semua kelas menurutku sama saja.
Awalnya ketika aku mengetahui itu adalah kelas unggulan, aku merasa tidak percaya diri dan ingin pindah ke kelas lain. Apalagi setelah aku mengetahui nilaiku jauh dibawah nilai teman-temanku yang lain. Aku merasa sangat malu. Di kelas juga sangat terlihat bersaing untuk mendapatkan nilai yang paling baik. Mereka juga aktif dalam menjawab atau memberikan pertanyaan ketika ada tugas presentasi. Jauh berbeda denganku, aku lebih memilih untuk diam karena malu.
Aku juga sempat berpikir akan sulit berteman dengan mereka, tapi semua pikiran itu hilang ketika kami mendapat tugas untuk mengunjungi museum Bank Indonesia pada semester lalu. Walaupun tugasnya dikerjakan secara berkelompok, tetapi kami pergi ke museum bersama-sama. Itu membuat kami menjadi lebih dekat dan lebih mengenal satu sama lainnya. Yang awalnya hanya mau berteman secara berkelompok dengan teman yang mereka kenal di kelas sebelumnya, sekarang kami sudah membaur dan saling membantu jika mendapat tugas yang sulit. Kami juga tidak canggung lagi untuk saling menyapa.
Sekarang aku mendapat lebih banyak teman di kelas, bukan lagi hanya sebagai teman dekat tetapi juga seperti sebuah keluarga kedua ketika berada dikampus. Karena akrabnya, kami memiliki panggilan masing-masing di kelas.
Aku menjadi lebih semangat dan mulai percaya diri menjadi bagian dari kelas ini. Aku tidak lagi berpikir ini adalah kelas kutu buku yang hanya senang belajar. Ada saatnya kami memang harus benar-benar serius belajar. Aku mulai berusaha menjadikan persaingan sebagai acuan supaya aku dapat lebih rajin untuk belajar dan nilaiku bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Sehingga aku bisa lulus tepat waktu dengan hasil yang memuaskan dan menjadi seorang akuntan.
Menjadi seorang akuntan bukanlah cita-citaku, awalnya aku ingin menjadi seorang dokter. Tetapi ketika di Sekolah Menengah Atas ( SMA ) aku lebih memilih jurusan IPS. Itu sebabnya ketika lulus dan mendaftar di Universitas aku tidak bisa mengambil jurusan kedokteran. Kemudian aku ingin menjadi seorang Psykolog, tapi sayangnya ibuku tidak setuju jika aku mengambil jurusan Psykologi alasannya karena ibu khawatir nantinya aku akan kesulitan mendapat pekerjaan yang sesuai. Ibu menyuruhku untuk mengambil jurusan Akuntansi, aku kecewa dengan keputusan ibu.
Yap ! Aku marah. Aku kesal dengan keputusan ibu. Aku membayangkan berada di kelas dengan banyak orang yang sibuk menghitung dan semuanya memegang kalkulator. Dengan serius mereka menghitung jutaan angka yang diberikan oleh dosen, sedangkan aku hanya sibuk berusaha mencontek yang mereka kerjakan.
”Arrrgghh !!” teriakku tiba-tiba.
Aku benar-benar bingung. Tidak jarang aku mencari informasi tentang akuntansi. Dan betul saja, semua menjawab akuntansi itu sulit. Aku tidak mau mengecewakan ibu jika aku menolak untuk mengambil jurusan itu. Tapi aku takut jika nanti aku kesulitan dengan keputusan yang terpaksa aku ambil.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya aku memutuskan untuk mematuhi ibu. Mungkin benar kata ibu, peluang pekerjaan yang akan aku dapat nantinya sebagai seorang Akuntan akan lebih banyak dibanding jika aku menjadi Psykolog.
Semua memang akan terasa sulit jika kita tidak berani untuk mencobanya dan jangan pernah berpikir apa yang kita jalani itu sulit dengan begitu semuanya akan terlihat lebih mudah.
Sepertinya halnya mahasiswa yang lain, aku juga sempat merasa kesulitan dengan mata kuliah yang aku pelajari. Walaupun sudah pernah mempelajari dasar akuntansi sebelumnya, tetap saja ada beberapa yang menurutku sulit.
Aku selalu meyakinkan diriku bahwa segala sesuatu apabila dikerjakan dengan ikhlas dan usaha keras pasti semua dapat terwujud. Jika orang lain bisa, kita juga harus bisa bahkan harus bisa lebih baik dari yang lain. Keadaan kita sekarang bukanlah alasan jika suatu saat kita mengalami kegagalan, karena berhasil atau tidaknya kita semua tergantung pada pribadi kita masing-masing.

Rabu, 23 Februari 2011

KASUS PELANGGARAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

KASUS 1 : PEMBAJAKAN PERANGKAT LUNAK KOMPUTER.
Kasus pembajakan perangkat lunak komputer atau yang lebih dikenal software sekarang ini semakin marak saja, bukan hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Penggunaan floppy disk drive dan alat yang populer disebut dengan CD-RW dan DVD-RW yang semakin mnyebar luas merupakan salah faktor yang ikut menyebabkan kasus ini semakin banyak dari tahun ke tahun. CD-RW dan DVD-RW memiliki kemampuan untuk menciptkan software, dan hal tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku pembajak software untuk menggandakan software. Tentu bukan hal yang sulit bagi para pelaku untuk menciptakan software yang palsu. Semakin banyaknya pengguna teknologi membuat software palsu semakin banyak juga digunakan, lagipula antara software yang asli dengan software yang palsu sulit dibedakan bahkan bisa dibilang sama dan memiliki fungsi yang sama juga.
Banyaknya pembajakan software menyebabkan menurunnya tingkat kreativitas industri khususnya bidang software. Menurut laporan Business Software Alliance (BSA) dan International Data Corporation(IDC) dalam Annual Global Software Piracy Study, pada tahun 2007 Indonesia menjadi negara terbesar ke 12 di dunia dengan tingkat pembajakan software. Dari kurang lebih 300 prusahaan yang bergerak dalam sektor Teknologi Komunikasi ( TI ) di Indonesia, hanya 10 perusahaan lokal yang yang bergerak dalam industri software. Hal ini dikarenakan perusahaan local sebagai pengembang software lokal di Indonesia merasa dirugikan oleh pembajakan.


KASUS II : KLAIM ANGKLUNG SUNDA MILIK MALAYSIA.
Beberapa waktu yang lalu pasti kita pernah mendengar berita bahwa Malaysia mengakui dan mematenkan angklung Sunda sebagai alat musik tradisionalnya. Padahal kita semua tahu bahwa angklung atau yang mereka sebut Bamboo Malay itu merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Menanggapi hal tersebut, Indonesia kemudian menggelar pameran produk kerajinan Indonesia di Kampung Budaya, Malaysia tepatnya di Sarawak. Selama seminggu angklung dimainkan dalam pameran tersebut, bahkan cara pembuatannya pun ikut dipamerkan.
Seperti yang kita semua telah ketahui bukan hanya angklung saja yang di klaim oleh Malaysia, beberapa kerajinan dan kesenian Indonesia juga ikut diklaim oleh Malaysia. Seperti diantaranya Batik Solo, Reog Ponorogo, Tari Pendet dan Wayang Kulit. Entah apa alasan Malaysia mengklaim budaya Indonesia.
Di Bandung, tempat kerajinan Angklung yaitu Saung Angklung Udjo ( SAU ) berencana untuk membuat museum angklung tahun 2011 ini. Cara tersebut mereka lakukan untuk melindungi salah satu kesenian Indonesia tersebut dari klaim Malaysia. Saat itu Pemerintah memang terkesan kurang serius menanggapi klaim tersebut. Tetapi sekarang kita dapat bernafas lega, karena UNESCO telah mengukuhkan Angklung sebagai budaya Indonesia tepatnya pada 16 November 2010 dan telah terdaftar dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia ( Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity ).

KOMENTAR KASUS HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL :
Dalam kasus yang pertama, yaitu pembajakan terhadap perangkat lunak komputer atau software kita semua dapat mengetahui bahwa pembajakan sangat merugikan pihak tertentu. Jika dilihat dari sisi harga memang lebih murah dibandingkan software yang asli dan memiliki fungsi yang sama, tetapi tetap saja tidak dibenarkan menggunakan produk bajakan. Selain merugikan pihak lain yang bersangkutan berarti kita juga telah melakukan pelanggaran hukum yaitu pelanggaran Hak Cipta. Kita sebagai konsumen atau pengguna software hanya memiliki hak untuk menggunakan software tersebut tidak untuk menggandakannya. Dan menurut saya, jika kita memang tidak mampu untuk membeli software yang asli ada baiknya kita menggunakan software yang gratis. Karena sekarang software open source atau software gratis mudah dan banyak disediakan.
Sedangkan menurut saya kasus klaim Angklung oleh Malaysia harusnya tidak terjadi jika saja Pemerintah peduli dengan banyaknya budaya kesenian atau pun kerajinan Indonesia. Kita juga sebagai masyarakat Indonesia harus lebih peduli lagi dengan kebudayaan Indonesia. Agar tidak ada lagi budaya-budaya Indonesia yang diklaim oleh negara lain. Pemerintah juga harusnya dapat lebih tanggap dan tegas dalam menangani masalah klaim tersebut dengan segera mematenkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Dan sebagai masyarakat Indonesia kita juga harus ikut melindungi dan melestarikan budaya Indonesia, seperti mengadakan pameran-pameran untuk memperkenalkan kebudayaan kita kepada negara lain, membuat museum yang memuat hasil kerajinan atau kesenian Indonesia serta tidak malu untuk ikut mempelajari kebudayaan tradisional negara kita. Klaim tersebut mungkin terjadi karena selama ini negara lain melihat kita tidak peduli terhadap budaya yang kita punya, oleh karena itu mereka seenaknya mengklaim kebudayaan kita.
Sumber : - agusthutabarat.wordpress.com/
- nasional.vivanews.com
- berita.liputan6.com/
- goyangkarawang.com/
- sandracelly.blogspot.com/

Selasa, 22 Februari 2011

Kecelakaan di Jalur Busway , Salah Siapa ?

Baru-baru ini kecelakaan di jalur bus Transjakarta atau yang biasa disebut busway terjadi kembali. Kali ini seorang murid Sekolah Dasar ( SD ) tewas akibat tertabrak bus Transjakarta di jalur Mampang, Jakarta Selatan. Akibatnya masyarakat sekitar menutup jalur busway agar tidak bisa beroperasi. Kecelakaan di jalur bus Transjakarta memang kerap terjadi, dalam satu bulan terakhir ini sudah tercatat lima orang pengendara sepeda motor dan pejalan kaki tewas akibat kecelakaan pada jalur busway.
Setiap tahun jumlah kasus kecelakaan akibat bus Transjakarta semakin meningkat, pada tahun 2010 saja tercatat 109 kasus kecelakaan busway. Masyarakat kerap menyalahkan bus Transjakarta yang seenaknya melaju sehingga terjadi kecelakan. Padahal jika dilihat, banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di jalur busway disebabkan oleh para pengguna sepeda motor dan kendaraan pribadi lain yang masuk ke jalur busway tersebut.
Oleh karena itu kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan busway karena busway melaju di jalur yang telah disediakan oleh Perda. Kurang disiplinnya masyarakat dalam mematuhi tata tertib lalu lintas juga menjadi faktor terjadinya kecelakaan. Para pengguna kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor yang tidak sabar dengan kemacetan akhirnya mereka masuk ke jalur busway agar dapat melaju dengan lancar. Atau para pejalan kaki yang menyeberang melewati jalur busway, padahal ada jembatan penyeberangan orang ( JPO ) yang dapat dipakai jika ingin menyeberang.
Tetapi kebanyakan para pejalan kaki malas menggunakan JPO, mereka lebih memilih menyeberang melewati jalur busway karena jarak JPO sangat jauh dan sangat terbatas. Ditambah lagi keadaan JPO yang tidak memadai yang membuat masyarakat segan dan tidak nyaman untuk menggunakan fasilitas JPO ketika menyeberang jalan. Banyak JPO yang rusak bahkan banyak juga yang tidak layak untuk digunakan lagi.
Untuk mengurangi kecelakaan pejalan kaki dalam jalur busway, sebaiknya Pemda DKI memperbaiki fasilitas JPO agar masyarakat yang menggunakan JPO lebih nyaman ketika menyeberang. Dan sebaiknya jarak antara JPO yang satu dengan JPO yang lain tidak terlalu jauh serta memperbanyak lagi jumlah JPO di Indonesia.
Sedangkan untuk para pengguna sepeda motor dan mobil, sebaiknya lebih mematuhi tata tertib lalu lintas yang ada. Tidak masuk ke jalur busway saat macet karena sangat membahayakan keselamatan.
Menurut saya kecelakaan yang banyak terjadi di jalur busway memang bukan sepenuhnya salah bus tersebut. Para pengguna jalan yang tidak disiplin dan melanggar peraturan lalu lintas juga menjadi sebab utama meningkatnya kasus kecelakaan bus Transjakarta. Dan Pemda DKI juga sebaiknya lebih memperhatikan fasilitas dan infrastruktur yang ada di sepanjang jalur busway agar tidak terjadi lagi kecelakaan-kecelakaan selanjutnya. Misalnya saja dengan membuat pagar disepanjang jalur busway agar tidak ada lagi yang bisa menyeberang melewati jalur busway, tapi hal itu juga akan percuma jika pejalan kaki merusaknya.
Jadi siapa yang pantas untuk disalahkan dalam kecelakaan yang sering terjadi di jalur busway ??
Sumber : - www.detiknews.com/
- krishnabalagita.wordpress.com/

SAKAZAKII VS BALITA

Akhir-akhir ini susu formula menjadi berita yang paling sering diperbincangkan. Bukan karena harganya yang melonjak tajam, tetapi karena ditemukannya bakteri berbahaya yang terkandung dalam susu formula yang dikonsumsi oleh balita. Tentu hal tersebut membuat para ibu yang memiliki balita cemas, mereka takut susu formula yang mereka berikan pada anak mereka mengandung bakteri berbahaya tersebut.
Masalah ini sebenarnya berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor ( IPB ) atas susu formula yang ternyata mengandung bakteri E. Sakazakii. Penelitian tersebut didanai oleh 'German Academic Exchange Service' dan hasilnya dari 74 sampel susu formula yang diambil untuk diteliti, 12 susu formula terkontaminasi bakteri E. Sakazakii sebesar 22,73%. Sampel susu yang diambil merupakan susu formula yang beredar dari tahun 2003 sampai tahun 2006, tapi sayangnya IPB sampai saat ini tidak bersedia untuk menyebutkan merek susu mana saja yang terkandung bakteri Sakazakii.
Jika alasan IPB tidak mau mnyebutkan merek susu formula yang terkandung bakteri Sakazakii dikarenakan takut perusahaan susu formula mengalami kerugian maka alasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Jika IPB tidak segera menyebutkan merek-merek susu formula tersebut, maka akan banyak balita yang terjangkit bakteri Sakazakii tersebut.
Tidak hanya IPB, Badan Pangawas Obat dan Makanan serta Menteri Kesehatan juga didesak untuk cepat mengumumkan merek-merek susu formula yang terjangkit bakteri Sakazakii. Bukan hanya masyarakat yang mendesak, Mahkamah Agung juga mewajibkan ketiganya membuka secara transparan nama-nama merek tersebut melalui media cetak dan elektronik.
Kementrian Kesehatan RI masih mempelajari keputusan yang diberikan Mahkamah Agung ( MA ) mengenai kewajiban membuka hasil riset susu formula apa saja yang terjangkit bakteri Sakazakii.
Tetapi sekarang masyarakat tidak perlu lagi khawatir dan cemas mengenai bakteri Sakazakii pada susu formula, karena menurut Menteri Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia serta IPB dari sample susu formula tahun 2008 yang diteliti tidak ditemukan adanya bakteri E. Sakazakii yang selama ini telah mencemaskan masyarakat luas. Tapi belum ada keharusan dari Pemerintah bahwa susu formula bebas dari bakteri Sakazakii. Sampai saat ini, sebagian masyarakat yang masih takut memberikan susu formula untuk anaknya lebih memilih memberikan susu murni untuk menggantikan susu formula yang biasa mereka konsumsi.
Menurut saya, jika memang ada susu formula yang terjangkit bakteri Sakazakii hal tersebut seharusnya segera dipublikasikan pada masyarakat umum agar tidak ada balita yang terjangkit bakteri tersebut dan tidak menimbulkan keresahan dan khawatir bagi masyarakat khususnya para ibu yang memiliki balita. Pemerintah juga harus tegas dalam menindak lanjuti masalah tersebut dan produsen yang memproduksi susu formula tersebut dapat segera menghentikan produksinya.
Sumber : - www.suaramedia.com
- metrotvnews.com/

FILM HOLLYWOOD DI TARIK DARI BIOSKOP

Mulai Kamis ( 17/02/11 ) kita tidak bisa lagi menikmati film-film hollywood di bioskop, karena semua film asing yang ada di bioskop-bioskop di Indonesia sudah ditarik. Keputusan ini tentu sangat mengecewakan banyak pihak, terlebih para pemilik dan pegawai yang bekerja di bioskop.
Selama ini masyarakat Indonesia memang lebih menikmati film-film asing daripada film-film dalam negeri. Karena menurut saya film-film asing lebih baik kualitasnya dibandingkan dengan film-film dalam negeri yang cenderung monoton. Kualitas film Indonesia masih rendah, ini dapat kita lihat dari banyaknya film Indonesia yang didominasi film horor dan percintaan yang minim edukasi.
Ditariknya film asing dari bioskop-bioskop Indonesia menimbulkan banyak pro dan kontra, mereka menyayangkan keputusan pihak Motion Pictured Associated ( MPA ) tersebut. Noorca Masardi menjelaskan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh pihak MPA ini karena ada perbedaan cara pandang dengan pemerintah Indonesia dalam hal ini Ditjen Bea Cukai. MPA tidak setuju dengan kebijakan baru dari Ditjen Bea Cukai. Kebijakan ini diambil setelah Pemerintah Indonesia mulai membebankan bea masuk atas hak distribusi film impor sebesar 23,75 persen atas nilai barang.
Film asing yang ditarik dari penayangannya bukan hanya film lama saja, tapi film yang baru beredar pun sudah ditarik. Menurut saya cara ini akan banyak merugikan banyak pihak, akan banyak pengangguran akibat bioskop yang tidak bisa lagi beroperasi karena sebagian besar penikmat film di Indonesia lebih memilih film asing dibanding film-film dalam negeri, tentu hal tersebut akan mengurangi pemasukan dan banyak bioskop yang bangkrut.
Dampak negatif lainnya adalah pembajakan DVD akan semakin meningkat akibat penarikan film asing dari bioskop. Harga DVD film asing yang cenderung mahal akan membuat para penikmat film lebih memilih produk bajakan yang relatif labih murah.
Sebenarnya dampak-dampak negatif tersebut tidak akan terjadi jika saja kualitas film-film Indonesia dapat ditingkatkan, agar masyarakat Indonesia dapat lebih menghargai dan menyukai film-film dalam negeri jadi kita tidak perlu lagi menikmati film-film asing. Semoga Pemerintah dapat cepat menyelesaikan masalah ini sehingga tidak ada banyak pihak yang dikecewakan.
Sumber : - berita.liputan6.com/
- https://beritafenomenal.wordpress.com/
- www.tribunnews.com/