Sabtu, 18 Desember 2010

BAHAYA MENGKONSUMSI GORENGAN BERLEBIH

Siapa yang tidak menyukai cemilan yang satu ini, gorengan. Cemilan dengan bahan dasar tepung terigu yang digoreng ini sudah menjadi makanan favorit bagi masyarakat Indonesia. Renyah, gurih serta harganya yang sangat murah menjadikan gorengan banyak dicari.
Tapi tahukah jika gorengan sangat berbahaya bagi kesehatan kita ?? Camilan yang mengenyangkan ini memang berbahaya bagi kesehatan karena dibuat dengan cara yang tidak sehat, misalnya saja banyak pedagang gorengan yang tidak pernah mengganti minyak gorengnya setelah berkali-kali digunakan untuk menggoreng. Itulah yang sering kita sebut dengan minyak jelantah. Minyak jelantah dapat mengganggu kesehatan kita, karena dalam minyak jelantah terdapat kandungan zat radikal bebas seperti peroksida dan epioksida yang bersifat mutagen dan karsinogen sehingga berbahaya untuk kesehatan manusia.
Bahkan ada juga yang mencampurkan plastik minyak gorengnya kedalam gorengan yang sedang digoreng. Bahan plastik yang mengandung zat kimia tersebut ikut tercampur kedalam gorengan yang kita konsumsi. Bisa kita bayangkan bagaimana jika kita gemar mengkonsumsi gorengan berarti kita juga mengkonsumsi zat kimia dari plastik minyak goreng itu, hal tersebut tentu saja sangat berbahaya sebab jika sering dikonsumsi dapat menyebabkan penyakit Kanker.
Pedagang gorengan memiiki alasan sendiri kenapa plastik minyak goreng ikut dimasukkan kedalam gorengan yang sedang digoreng. Alasannya agar gorengan dapat lebih renyah pada saat dimakan.
Gemar mengkonsumsi gorengan juga dapat menyebabkan Lemak Trans ( Trans Fat ). Karena dalam gorengan terdapat lemak Trans yang sangat tinggi, lemak ini berasal dari minyak goreng yang terkandung didalam gorengan. Tanpa kita sadari kadar kolesterol di dalam tubuh kita pun dapat terganggu.
Minyak goreng yang umumnya digunakan adalah Vegetable Oil. Jika Vegetable Oil terkena temperatur yang tinggi atau semakin tinggi temperaturnya dan semakin sering dipakai ulang maka karakteristik dari lemak yang terkandund dalam Vegetable Oil akan berubah. Kadar Trans Fat akan semakin tinggi jika digoreng, setidaknya itu yang dikatakan oleh Dr. Antono dalam salah satu sumber yang saya baca.
Ternyata bahaya yang ditimbulkan bukan hanya berasal dari minyak yang dipakai untuk menggoreng tetapi juga dari tempat pembungkus gorengan. Para pedagang gorengan pasti sering memakai kertas bekas seperti koran atau majalah untuk membungkus gorengan yang kita beli. Padahal itu sangat berbahaya, karena ketika terkena panas, tinta dari tulisan yang terdapat pada koran atau majalah tadi bisa luntur dan tercampur dengan gorengan yang kita konsumsi. Tinta tersebut mengandung timbal yang bersifat racun.
Mengkonsumsi gorengan yang sudah tercampur dengan timbal dapat menyebabkan rasa panas dan terbakar dalam mulut dan kerongkongan sehingga dapat menyebabkan pengeluaran air liur yang berlebihan. Dapat juga menyebabkan sakit perut dengan disertai rasa mulas yang hebat, muntah bahkan diare dengan tinja berwarna hitam. Itu baru sebagian bahaya yang akan kita rasakan apabila mengkonsumsi gorengan dalam waktu yang sebentar. Jika kita mengkonsumsi gorengan dengan timbal dalam jangka panjang maka akan menyebabkan akumulasi dalam jaringan tubuh, antara lain pada tulang, gigi hingga otak serta dapat menimbulkan efek pada ginjal, hati, darah, saraf, alat reproduksi dan endokrin dari sistem kekebalan.
Sangat banyak kerugian yang kita dapatkan apabila terlalu sering mengkonsumsi gorengan. Tetapi tetap saja banyak masyarakat yang menyukai gorengan. Mulai sekarang hindari goreng-gorengan jika kita tidak mau memenuhi tubuh kita dengan lemak tak jenuh. Gorengan memang cemilan yang mengeyangkan tetapi sangat berbahaya bagi kesahatan tubuh kita.

Sumber : - lifestyle.okezone.com/
- i-comers.com/

1 komentar: